Review Buku The Founder Mentality

Kamu berjibaku membangun bisnis di tahap awal. Dengan mental bagai prajurit di medan tempur, kamu membangun pondasi-pondasi bisnis sehingga ia bertumbuh.
.
Setelah bertumbuh, apakah masalah selesai? Oh tidak. Malah makin kompleks masalahnya. Masalah-masalah itulah yang coba dikupas buku ini beserta solusinya.
.
Growth create complexity. Complexity kills growth. Itu satu hal yang diwanti-wanti oleh penulis buku. Pertumbuhan Bisnis melahirkan struktur organisasi, orang-orang semakin banyak, dan sistem menjadi rapi.

.

Namun, birokrasi pun mulai ada. Jika sebelumnya untuk melakukan sesuatu tinggal lakukan saja, sekarang harus berkoordinasi dengan manajer dan yang lainnya. Buruk? Tentu tidak. Itu adalah konsekuensi yang harus dijalani dengan ukuran yang membesar. Kalau tak ada birokrasi seperti itu, malah chaos yang akan muncul.

.

Poinnya adalah kamu harus pastikan proses bisnismu tetap gesit dan sederhana sehingga pertumbuhan tetap melesat. Jangan sampai kamu terjebak di adagium Growth create complexity and complexity kills growth.
.
Tapi Tentu saja itu nggak mudah. Gimana caranya tetap gesit di saat organisasi Makin kompleks? Saya rasa buku ini Penting banget dibaca buat mendapat jawaban dari pertanyaan itu.

.

Menurut penulis, caranya adalah dengan mempraktekkan tiga hal mendasar:

  • Insurgency¬†
  • Owner mindset
  • Frontline obsession

Insurgency (pemberontakan)

Yang dimaksud insurgency di sini adalah melakukan proses bisnis dengan rasa invator, dan ‘pemberontakan’. Haus untuk melakukan hal-hal baru, memiliki visi yang jauh, dan misi yang jelas. Ini akan membuatmu serasa nggak hanya berbisnis atau bekerja, tapi sedang melakukan sesuatu yang besar dengan perantara bisnis itu sendiri. Misalnya, misi Microsoft adalah menyediakan satu komputer untuk satu meja atau Google dengan mengorganisasi seluruh pengetahuan yang ada di dunia.

Owner Mindset (Cara Berpikir Pemilik)

Ada tiga bagian, yaitu fokus yang kuat terhadap cash, memanfaatkan birokrasi untuk mempercepat proses bisnis, dan jangan sampai ada bias dalam melakukan aksi. Membuat peraturan? boleh saja asal peraturan itu bisa mempercepat proses bisnis. Bagaimana kalau malah memperlambat? Evaluasi ulang dan tolak. Atau kalau memang sangat dibutuhkan, beri kompensasi kecepatan yang terbuang itu ke tempat lain.

Frontline Obsession (Obsesi Terhadap Garis Depan)

Siapa garis depan di restoran? Pelayan dan manajer restoran. Siapa garis depan di perusahaan fashion? Customer Service. Mereka ini adalah orang-orang yang rutin berhubungan dengan pelanggan. Mereka harus didengar oleh manajemen puncak!Jangan abaikan mereka. Mereka lah yang sebenarnya tahu kondisi bisnismu di lapangan. Mengabaikan mereka di keputusan bisnis adalah kesalahan besar.

.

Nah, ketiga hal itu yang perlu dihidupkan di tahap perusahaan yang growing (tumbuh). Memang, fokusnya agak berbeda dengan perusahaan rintisan (startup) yang berkutat di eksperimentasi atau stok sahaja. Kali ini fokusnya bertambah.

.

Buku ini unik. Ia memang tipis, tapi penjabarannya menurutku cukup sistematis. Pembahasan buku ini pun dikembangkan menjadi pelatihan dengan topik yang sama. Kamu bisa melihatnya di https://www.foundersmentality.com. Di sana ada jasa pelatihan sekaligus review buku dalam bentuk skema dan tabel-tabel sistematis.

.

Recommended: 9/10

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *